pidato INQILABI HAQIQI

Diposkan oleh abdul ghofur

INQILABI HAQIQI
(Revolusi Sejati)

Revolusi menurut bahasa kamus sama dengan perubahan secara mutlak dan menyeluruh.
Revolusi dlm bahasa politik sering dimaknai sebagai perubahan sistem ketatanegaraan baik dilakukan secara damai maupun perang. Revolusi sering diibaratkan mendirikan sebuah bangunan baru di atas tanah yang sudah ada bangunannya, maka bangunan lama itu harus dihancurkan sampai rata dengan tanah kemudian dimulai dengan bangunan baru.
Dalam pembahasan ini saya akan menyampaikan tentang revolusi keagamaan. Dimana meskipun secara nas, Agama itu terletak pada Kitab-kitab Suci, namun secara esensial agama itu terletak pada akal pikiran dan perilaku para penganutnya, karena sebagai pemikul beban agama adalah manusia sebagai makluk yg sempurna.
Maka Implementasi nilai ajaran suatu agama cenderung mengalami perubahan/pergeseran sejalah dengan perkembangan akal pikiran dan perilaku para penganutnya itu, dan ini bisa kita lihat dari keberadaan agama-agama besar di dunia yg sudah mengalami pergeseran, termasuk Islam. Padahal Islam dinyatakan sebagai agama yang paling benar dan sempurnya :

Inaddiina Indallohil Islam.
(sesungguhnya agama yg benar disisi Allah adalah islam)

 ”Pada hari ini telah kucukupkan bagimu nikmatku dan telah kesempurnakan Islam sebagai agama bagimu” (Al Maidah : 3)
Selain itu bahwa Kebenaran dan keaslian Kitabnya (Al Quran) pun telah dijamin oleh Allah SWT :
Inna nahnu nazalna dikro wainalahu lahafidhun.
(Sesunguhya Aku yg menurunkan Al-Quran ini dan Aku pula yg akan menjaganya).

Namun demikian krn nilai ajaran agama secara esensial terletak pada akal pikiran manusia dan menjelma dalam perilaku, maka implementasinya sangat ditentukan sejauh mana pemahaman ajaran agama itu oleh umat Islam itu.
Rasululah saw dalam hal ini pernah mensinyalir/menubuatkan bahwa :
suatu saat nanti Islam hanya tinggal namanya, dan Al Quran hanya tingal tulisannya, namun perilaku umat islam akan jauh dari kebenaran agama Islam”.

Maka istilah Inqilabi Haqiki / Revolusi Sejati yang saya gulirkan adalah dimaksudkan bagaimana menghidupkan nilai kebenaran ajaran Islam dalam diri setiap umat Islam sehingga mereka memiliki pola pikir dan perilaku yg selaras dg ajaran Islam, sehingga Islam tidak tinggal namanya dan Al-Quran tidak tinggal tulisannya.
Maka Revolusi sejati adalah perubahan secara mutlak dan menyeluruh pada diri kita sendiri untuk bisa hidup dengan penuh keimanan, kemudian istiqomah/konsisten dengan keimanan itu, yakni menselaraskan pola pikir dan perilaku dalam kehidupan kita menurut dan sesuai ajaran Islam.

Kata orang bijak :
We Must can be made good before we can do good
Kita harus lebih dulu dibuat baik sebelum kita dapat berbuat baik utk orang lain”.

Kata A.A Gym:
mulailah dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari saat ini juga”
Sebenarnya ini juga sejalan dengan konsep revolosi besar, dimana untuk dapat merubah sebuah negara harus dirubah rakyatnya, untuk merubah rakyatnya harus dirubah akal pikiran dan perilaku dari setiap individunya (yang dalam bahasa keren sekarang sering kita dengar perubahan Mind set). Karena tanpa perubahan individu maka nonsense akan muncul yang namanya revolusi besar.

Karena Allah SWT telah menyatakan bahwa :
Innallaha la yughoyiru ma biqoumin hatta yughoyiru ma bi anfusihim
(sesungguhnya Allah tidak akan pernah merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yg ada pada diri mereka sendiri)
Al-Quran juga telah memberikan konsep tentang revolusi ini :
man amana waaslaha la haufun walahum yahzanun
(“barang siapa beriman terhadap kebenaran agama, kemudian membentuk sikap, perangai dan tindakan-tindakan yang selaras dengan keimanan itu, maka bagi mereka tidak akan ada ketakutan dan kesusahan”).

Kemudian bagaimana kita dapat melakukan revolusi diri, antara lain :
1. Tadbir (perenungan)
- Memahami kembali tentang arti dan makna hidup yg sesungguhnya.
Pesan orang bijak :
Wong urip iku yen padang (terang harinya/terang hatinya) upoyo pangan”
yen peteng (gelap harinya/gelap hatinya) noto pikiran”.
Jadi sebelum tidur direnungkan dan dievaluasi kejadian selama 1 hari, perbuatan apa yang sudah dilakukan (baik-buruk), apa yang sudah dilakukan hari ini, dan apa yg akan dilakukan besok. memahami tentang cara-cara memperoleh tujuan hidup itu selaras dengan ajaran agama yang kita yakini.
salah satu kelemahan dari manusia saat ini adalah ketidaktahuan yg mencolok utk membedakan antara kebutuhan dg kerakusan”
Sehingga ketika kita masih salah dalam menentukan jalan untuk mencapai tujuan hidup, maka berarti kita masih termasuk sebangsa kera menurut teori Evolusi Charles Darwin.
Inallaha la yanduru ila suwarikum waamwalikum, walakin yanduru ila qulubikum waamalikum
(sesunguhnya Allah tidak melihat wajah-wajah kamu dan harta benda kamu, tetapi Allah melihat hati kamu dan amal perbuatan kamu)
Jadi meskipun secara fisik penampilan kita gagah dan ganteng selayaknya manusia namun ketika perilaku kita belum selaras dg nilai ajaran agama, selama itu kita masih disamakan dengan kera, atau lebih hina dari kera (dalam Al Quran disebut : ”balhum adhol”).

2. Doa
Ud’uni astajib lakum
kamu berdoalah, niscaya akan Aku kabulkan” (Al-Mukmin : 61)
Dalam ayat al-quran yg berkaitan dengan ayat-ayat puasa jg dinyatakan :
Waidha sa’alaka ibadi anni faini qorib, ujibudda’watadda’i idha da’an
dan apabila hamba-hambaku bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku dekat, Aku akan mengabulkan doa orang yang memohon kepada-Ku” (Al-Baqarah : 187)

Maka ketika kita menginginkan perubahan pada diri kita dari segala hal yg tidak/kurang baik menjadi baik, selain melalui proses perenungan juga diharuskan senantiasa berdoa. Dan karena ini bulan Ramadhan  yg merupakan waktu yg mustajab utk berdoa, maka hendaknya kita memperbanyak doa, mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan.

3. Bergaul dengan orang shaleh
- Kuunu ma’asshodiqin
Berkumpullah bersama-sama orang yg benar/shaleh”
- karena berkumpul bersama orang yg benar dan shaleh akan berpengaruh pada kebaikan diri kita.

Mudah-mudahan melalui Tadbir (perenungan), melalui doa dan pergaulan dengan orang-orang benar dan sholeh akan membawa perubahan dan revolusi sejati pada diri kita, sehingga segala hal yang kita jalani untuk memenuhi tujuan hidup senantiasa berhasil dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan ketika kita kembali  kehadirat Allah SWT dalam keadaan Khusnul Khatimah. Amin.

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sendau gurau, sedangkan kehidupan akherat lebih kekal”.

0 komentar:

Poskan Komentar